Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Coretan ibu’ Category

apa yang harus kukatakan ketika hidup terasa sempurna,
sangat sempurna bahkan!
kunikmati pagi yang begitu damai mengiringiku berikhtiar
langkah demi langkah terasa begitu ringan,
dengan membawa kabar tentang prestasi anak-anakku,
tentang rumah baru kami, tentang suami yang mendukungku pergi jauh untuk beribadah,
tentang kepercayaan yang terasa penuh memenuhi udara
dan tentang semua keinginan yang terasa satu per satu tercapai..
ku mendesah perlahan..
terasa ada [...]

Read Full Post »

Buah Sabar bernama ikhlas,

Kawan, seperti sebuah roda yang bagaimanapun dia akan digunakan tetaplah akan bulat melingkar dia, kelokan dan lengkungan yang nyaris sempurna tak ada bentuk lain yang memilikinya.. ya  seperti juga kehidupan dimataku, melingkar…kanan-kiri-atas-bawah..tak bersudut, tak berpojok sehingga tak akan melukai siapapun..
 
Kawan, satu episode yang kau lewati kemarin seolah mengujar bahwa roda juga naik dan turun.. bisa [...]

Read Full Post »

Menunggu cinta dalam keABADIan,

Mungkinkah?
Aku mengangguk dalam-dalam
Dalam keyakinan yang tak ada bandingannya
Sangat jelas walau tak terlihat kasat
Bisakah?
Aku mulai gamang..
Karena aku tak punya kuasa
Tapi selalu diberi pilihan
Dan tak mungkin aku akan menukar dengan apapun
Di saat ini.. disini..
Dalam ketidakpastian
Aku selalu tersadarkan
Ada cinta yang selalu dan akan selalu
Menungguku
Betapa melegakan..
Dan dalam keabadian yang tak tergantikan
Sungguh kemulyaan
Apakah benar buatku?
Hanya segumpal denyut yang tahu
Karena [...]

Read Full Post »

satu

Cinta
Seperti geming yang tak bertepi
Bagai awan yang rentan bentuk
Laju arus sungai untuk tempat yang lebih rendah
Dan bulatpun menjadi terlalu banyak sisi…
Cinta
Apa gerangan yang seharusnya
Karena tak ada
Pada saat warna kelabu menjadi hijau kebiruan
Putarannya tak seperti garang
Kadang bising namun senyap
Dalam terlalu dalam…
Cinta
Rasa yang tak sepantasnya kadang datang
Pada waktu dan saat yang salah
Tapi menurut siapa?
Aku?
Kau?
Cinta
Bagaimana seharusnya?
Karena tak pernah [...]

Read Full Post »

Permata bunda

 
Binar yang tak pernah lepas dari matanya menatapku dalam-dalam, walaupun matanya tak besar dan bulat seperti sang adik, tapi mata seperti bulan sabit tak pernah kehilangan sinarnya, apalagi jika sedang menatapku seakan-akan jika berkedip aku akan menghilang dari pandangannya,.. dan malam ini mata layuku dan tubuh lelahku tak bisa mengelak gejolak semangat dalam matanya, dalam [...]

Read Full Post »

Aku dan kotaku,

Saat itu hujan baru saja berhenti, basah.. ya bumi terasa basah,
Kulihat aspal jalan yang becek dan seketika mengotori sepatu dan ujung celanaku,
Kuhirup bau rumput yang sudah tak segar lagi, tak lagi terasa bau tanah yang merindukan hujan seperti biasanya, seperti dulu..
Lagi pula, tak realistis rasanya mengharapkan paru-paruku akan terisi dengan hawa yang sangat ku suka, [...]

Read Full Post »

AMARAH!

Tuhan..
Mengapa kata maaf begitu mudah kuucapkan
Tapi begitu sulit kuresap dalam dadaku
Bagaikan mendaki yang tak henti
Sampai sesak dada ini
Penuh mata ini
Dan kebaslah semua rasa
 
Mengapa marah jadi begitu mudah ada
Bagai kembang api yang terpecik panas
Membunga dan mengembang
Panas terasa
Sampai merah yang ada
Kulihat di cermin diriku
 
Siapa disitu Tuhanku..?
Siapa yang ada dalam diri
Karena tak kukenal lagi
Dalam satu helaan nafas
Yang [...]

Read Full Post »

Cukup,

Sudah kucukupkan kini
Buat diriku sendiri
Bukan buat dirimu, dirinya atau siapapun
 
Aku sudah merasa cukup
Karena itu, kini aku akan memulai lagi
Yang lain lagi
Bagian yang baru lagi
Sampai pada waktunya nanti
Ketika aku akan
Berkata sama seperti hari ini
Semua sudah cukup!
 
 
 
02/09/08

Read Full Post »

Kataku,

dan ku tak tahu lagi apa,
karena begitu gundah kurasa
begitu menghimpit
dan seakan akan memecahkan
sel-sel kelabu yang bersarang’tak bersahabat,
 
pertama kusangka ku bisa
kupikir kusanggup
ku rasa itu mudah
sangat mudah
namun ternyata
tak seperti yang kubayangkan
terlalu samar
terlalu jauh
dan
berat

 
sekarang,
Kulihat semua bagai tak bersahabat
Seakan-akan serombongan pasukan semut prajurit
Bersiap menyerang dan menggigiti tubuhku
aKu ngilu,
kepalaku kebas,
terlalu banyak jalinan didalamnya
dan semuanya bagaikan berteriak..
 
kupacu [...]

Read Full Post »

untukmu ayah,

 
Ayah/
Kupanggil namamu malam ini/
Karena ingin kubagi bahagia untukmu/
Kau tau…/
Pagi  ini aku antar anak perempuanku ke sekolah/
Kupakaikan baju terbaiknya/
Kusematkan pita di panjang rambutnya/
Ikal sepertimu…/
Tak lupa kubisikkan sebaris doa keselamatan/
Persis seperti yang sering kau gumankan untukku/
Dahulu.. aku tak gubris kau karena kuanggap kau kuno/
Kini, anakku tersenyum dan mengangguk mengerti/
Dia mencium tangan dan pipiku dengan penuh cinta/
Dulu ku [...]

Read Full Post »

Older Posts »