Feeds:
Posts
Comments

CINTA

Sembilan tahun berlalu
Cinta, kau ada
Sebagai titipan Ilahi
Tak pernah ku kira
Kau akan selalu menghadiahiku
Sepanjang tahun
Dengan ajarmu
Dengan tingkahmu
Denga prestasimu
Bagaikan perayaan dalam hatiku yang tiada habisnya
Cinta … kau buat aku selalu merasa kurang
Karena tak kau tuntut aku lebih lagi
Walau aku tak selalu berjalan bersisian

Maaf cinta…
Atas semua sabarku yang terkadang menipis
Mengkerutkan hati
Menyobek rasamu
Mencarut kelabuwajahmu
Menahan tangis takutmu padaku..

Cinta,
Seakan Allah tak henti mengelilingimu,
Menambahimu,
Dengan semua mampumu
Membuatku terasa lumpuh
Dan tak merasa berarti dengan labelku

Cinta,
Maafkan kurang dan takaburku
Karena sayangku
Karena takutku
Ku pegangi kau cinta
Walau terkadang terlalu erat
Dan bertanda jejaknya
Bukan aku marah
Bukan pula ragu
Tapi gelegak dadaku
Atas hidupku ada padamu
Dalam denyutmu kurasakan selalu aku
Dan ku mau kau mampu
Tak peduli apapun
Karena cintaku
Kau kuat, kau bisa, kau sanggup

Cinta,
Aku tak punya emas untuk kau bawa
Untuk bekal perjalananmu kelak
Karena itu akan selalu kupenuhi
Hatimu dengan takut padaNya
Dan kusemai benih ilmuNya
Biar menjalar dan berbuah sepanjang hidupmu
Untuk menemanimu melangkah
Melihat dunia
Dan bekal sesudahnya

Semoga kau selalu terkenang aku
Bukan pada kurangku,
Tapi pada jejak baikku
Untuk kau tularkan kembali
Pada cinta kita berikutnya

Cinta,
Kau bukanlah milikku
Aku cinta padamu
Semoga Allah akan menggenapkan kita
Di surgaNya kelak..
Beriringan dalam kelompok
Yang selalu mabuk akan cintaNya

Cinta,
Terima kasih sudah hadir
Dan menjadikanku
Lebih berarti..
Cinta…

(milad putri-ku yang ke -9)

Maaf

Dan sebuah kata harus kuucap,

buat semua..

buat kalian

yang tak henti,

membuatku terbangun,

membuatku semangat,

membuatku tersenyum.. bahkan tertawa,

satu kata memang tak cukup,

tapi percayalah,

itu dari dasar hatiku yang paling dalam,

paling jauh..

paling…

entah kapan,

kita kan bertatap lagi..

tapi pasti,

hari itu akan datang,

dan aku akan persembahkan

yang kalian mau..

 

(i love u, guys..)

Ibu, itulah aku!

Entah berapa juta kali aku merasa bersalah
Atas waktu, atas hati , atas lelah, atas marah, atas putus asa..
Namun tak kunjung kutemui jawaban pasti karena ragu
Bimbang atas hari esok hanyalah buram yang bahkan memandang pun aku ragu
Bukan tak pernah kubuat apa-apa
Bukan juga tak kurencanakan apa-apa
Namun tanya hati tak juga terjawab

Bukan aku tak mau mendalami dada
Diujungnya pun sudah kudatangi
Pagi, siang ..bahkan malam-malam kusediakan waktu untuk melihat
Kadang tersamar maksudnya, kadang buta dalam hitamnya
Aku bingung, aku bimbang

Jika lelah kumaki diri sendiri
Tak becus menelaah urat nadi
Yang menempel dan mengaliri darah sendiri
Mengapa justru angka –angka dan grafik yang lebih bisa ku baca
Dan kubuat prediksi dengan akurat atas otakku
Perasaanku? Dimana kamu?

Pagi,
Segala kehebohan bercampur dengan beratnya mata
Kadang mengundang amarah
Tapi buat apa? Terlalu sia-sia pikirku..
Dalam dada bergemuruh atas tak setuju

Siang,
Melaju hari mengantar sore..
Bergelut dengan rumus dan formula serta hipotesa
Buat siapa?
Tentu saja untuk buah hatiku elakku
Dan sudut itu menangis…
Karena tau bukan itu yang utama,

Malam,
Ah..mengapa juga hari terlalu cepat berlalu
Kalau tak rontok ototku dan tak berat kepalaku
Mungkin tak kan kusegerakan
Semua kulakukan permata hatiku
Dan relung itu berdarah..
Bukan….
Bukan itu yang mereka minta
Bukan itu yang mereka mau..

Subuh,
Seperti ini…
Aku melihat hati ini luruh, dan jiwa ini mengembara,
Mengombang ambing atas perananku
Ya peranku sebagai ibu
Kapan ku kembalikan hak-hak dan fitrahku
Untuk mereka, untuk Dia
Aku merasa kecil dan terpojok
Aku merasa sudah saatnya untuk bergerak
Walau sedikit..tak apa
Tuhan… bantu aku dari pelarian ini
Bukan aku tak mau, hanya berani yang belum lengkap tersusun didalam
Kalau bukan sekarang lantas kapan?
Aku tak tahu…
Tapi aku butuh siap,

Kulihat kedalam sana..
Aku memang tak selalu ada
Aku memang tak selalu siap
Aku memang tak selalu sempurna
Tapi aku ada..
Aku ingin ada..
Ya ada.

(the central plaza, 01.11.10)

Terkenang anakku

Diatas Istambul aku kini..

Terkenang kalian,

Yang jauh berjarak

Tapi lekat dalam denyut

Mengalir dalam setiap sel inti

Menghanyut tak pernah bertepi

 

Diatas udara,

Melewati daratan

Melalui lautan,

Melintasi siang dan malam

Ku jemput malam bagai tak bertepi,

Bukan untuk menjauh dari kalian anakku,

Namun akan kubawa kembali

Semua tahu untukmu

 

Seandainya kalian disini

Disampingku kini

Kan kudekap erat

Dalam buaian hangat dadaku

Merasakan setiap detak jantungku

Yang selalu membuatmu nyaman tertidur

Karena irama buatan Tuhan

Tak pernah salah mengetuk

 

Anakku sayang..

Semua keringat,

Semua darah

dan semua asa

hanya buatmu

karena saat ini hanya itu yang kupunya

 

selamat tidur cintaku

buah hati ibu..

kubisikan doa-doa keselamatan untukmu

walaupun tak bisa kujangkau kalian kini

anak-anak… kebanggaanku..

 

 

(istambul, 30.10.10)

apa yang harus kukatakan ketika hidup terasa sempurna,

sangat sempurna bahkan!

kunikmati pagi yang begitu damai mengiringiku berikhtiar

langkah demi langkah terasa begitu ringan,

dengan membawa kabar tentang prestasi anak-anakku,

tentang rumah baru kami, tentang suami yang mendukungku pergi jauh untuk beribadah,

tentang kepercayaan yang terasa penuh memenuhi udara

dan tentang semua keinginan yang terasa satu per satu tercapai..

ku mendesah perlahan..

terasa ada yang janggal dengan semua kesempurnaan ini

tidakkah terlalu sempurna untukku?

kuabaikan…,

 

Dan,

dua tahun telah berlalu..

terlalu lama mungkin untuk mengkaji sebuah kejadian

dan memahaminya selama itu

sampai pada satu kesadaran dan akhir dari semua renungan

yang terasa panjang dan hampir tanpa ujung

 

Ketika,

semua indah, semua senyum semua tawa

seakan tergerus hancur..

tergantikan dengan hari-hari  penuh sesal

penuh tangis, penuh marah dan penuh dendam

seakan sang angkara sedang duduk diatas gelombang

dan menyapu habis tonggak-tonggak bernama bahagia

 

Lantas,

semilyar tanya memenuhi ruang yang terlewati

dan berujung pada : Mengapa aku?

dua puluh empat bulan kemudian baru kujawab sendiri : mengapa tidak?

 

Kemudian,

terurailah satu per satu..

sangat lamban.. bagai tetes air infus yang mengalir

satu demi satu jatuh setetes. Tak lebih. Tidak juga kurang

dan aku sangat tak sabar karenanya..

namun sangat kubutuhkan

karena memang seharusnya

seharusnya… ya seharusnya…

 

Pagi ini,

jam sebelas siang,

telepon mejaku berdering,

dan seseorang mengatakan : selalu waspada pada hidup

apalagi ketika hidup terasa sempurna

….

…..

 

Aku,

terdiam, bergetar dan terpana,

mengapa tak kutahu sejak dulu

setidaknya dua tahun yang lalu

karena kesempurnaan bukan milik kita

karena itu tak mungkin

karena itu tak layak

karena hanya satu yang Maha Sempurna.

 

Maaf,

atas semua kesombongan

atas semua keponggahan

atas semua kepuasan

 

Alhamdulillah tak Kau ambil banyak dariku untuk faham

hanya goresan luka yang bekasnya harus beri ajar padaku

walau aku tahu terus menempel sampai akhir hayat

aku ridho..insyaallah.

 

 

(enam Juli 2009)

Kawan, seperti sebuah roda yang bagaimanapun dia akan digunakan tetaplah akan bulat melingkar dia, kelokan dan lengkungan yang nyaris sempurna tak ada bentuk lain yang memilikinya.. ya  seperti juga kehidupan dimataku, melingkar…kanan-kiri-atas-bawah..tak bersudut, tak berpojok sehingga tak akan melukai siapapun..

 

Kawan, satu episode yang kau lewati kemarin seolah mengujar bahwa roda juga naik dan turun.. bisa kita sangka bisa kita duga bisa juga datang tiba-tiba..begitu saja, dan kekuatan apa yang bisa menepis semua hukum alam kecuali satu, Sang Maha?

 

Kawan, dalam satu adegan hidup seringkali kita tertawa-tawa.. menangis tersedu ataupun perpaduan diantaranya, dan saat itulah sebenarnya makna! Karena rasa dan pikir bukanlah milik kita maka ikut sajalah..

Ikut pada tanya yang tak henti..

Ikut pada arus yang bergelora..

Ikut pada angin, hujan, gelombang dan sinar  matahari..

Karena itulah takdir.

 

Kawan, tak usah kau tanya mengapa..?, karena jawab adalah hari esok, dan hari depan adalah harapan kita, hanya saja kita kadang terheran-heran mengapa biru dan abu-abu berulang lagi, tapi siapa kita? Mengapa tak kau syukuri saja karena itu akan menempamu menjadi semakin kuat dan liat…

 

Kawan, jika suatu saat kau ingin menumpahkan semua isi dadamu..menangis saja! Itu tak akan membunuhmu dan membuatmu lemah, dan jika kau merasa merah karena lubang didadamu terbuka.. nikmati saja! Itupun tak akan membuat orang menjadi lebih mengerti kecuali diri kita sendiri…

 

Kawan, percayalah pada satu masa ketika kau hela udara yang tak berbayar ini… kenikmatanlah yang terasa dan kau pandangi malam yang tak berbintang menjadi teramat indah dan lembab ruanganmu terasa harum semerbak.. itu karena hatimu sedang bercahaya hingga apapun yang kau sentuh dengan semua inderamu menjadi sangat istimewa, dan pastikanlah bahwa kau memang berhak atas semua itu…

Cepat… ataupun lambat…

Karena aroma keikhlasan sedang memenuhi semua sel-sel tubuhmu.. dan roda kehidupan akan seolah terhenti disatu sisi

..kebahagiaan..

 

To. All my friends

(spec. Dayu ~ congrats 4 new ass. ~  n Nuning~ happy birthday! ~)

03/04/09

Aku sayang ibu

Seperti debu dan asap
Hanya ada angina yang berkeliaran
Dan ketika aku sakit
Hanya ibu yang bisa membantuku
Dan hanya aku yang percaya
Ibu ada didalam tanganku…

February 2009

Mungkinkah?

Aku mengangguk dalam-dalam

Dalam keyakinan yang tak ada bandingannya

Sangat jelas walau tak terlihat kasat

Bisakah?

Aku mulai gamang..

Karena aku tak punya kuasa

Tapi selalu diberi pilihan

Dan tak mungkin aku akan menukar dengan apapun

Di saat ini.. disini..

Dalam ketidakpastian

Aku selalu tersadarkan

Ada cinta yang selalu dan akan selalu

Menungguku

Betapa melegakan..

Dan dalam keabadian yang tak tergantikan

Sungguh kemulyaan

Apakah benar buatku?

Hanya segumpal denyut yang tahu

Karena memang begitu

Tapi tolong..

Aku akan datang

Pada Cinta

Pada Keabadian

Tunggu aku

Beri aku saat

Beri aku jenak…

Aku ingin..

Bagai dahaga yang merindukan embun

Basahi lidahku agar tak kelu

Dan biarka rangkaian permohonan

Terbentuk dan meluncur dari sana

 

Sungguh..

Aku bersungguh-sungguh ..

Aku sedang menunggu

Pada saatnya tiba

Pada waktunya nanti

Aku ingin,

Cintaku akan menyambutku

Dalam kemegahan yang abadi

 

Dan kini,

Aku pun tahu

Sampai kesana aku akan terluka

Parah

Akan banyak air mata

Akan banyak duri dan kerikil

Dan denyut itupun semakin menggigil

Dan membahana

….

Cinta…

Aku ingin datang sekali

Akan kupersembahkan

Semua hidup

Dan semua matiku

Hanya padaMu..

 

satu

Cinta
Seperti geming yang tak bertepi
Bagai awan yang rentan bentuk
Laju arus sungai untuk tempat yang lebih rendah
Dan bulatpun menjadi terlalu banyak sisi…

Cinta
Apa gerangan yang seharusnya
Karena tak ada

Pada saat warna kelabu menjadi hijau kebiruan
Putarannya tak seperti garang
Kadang bising namun senyap
Dalam terlalu dalam…

Cinta
Rasa yang tak sepantasnya kadang datang
Pada waktu dan saat yang salah
Tapi menurut siapa?
Aku?
Kau?

Cinta
Bagaimana seharusnya?
Karena tak pernah ada yang bisa

Cuma satu
Ya..Cuma S.A.T.U

Permata bunda

 

Binar yang tak pernah lepas dari matanya menatapku dalam-dalam, walaupun matanya tak besar dan bulat seperti sang adik, tapi mata seperti bulan sabit tak pernah kehilangan sinarnya, apalagi jika sedang menatapku seakan-akan jika berkedip aku akan menghilang dari pandangannya,.. dan malam ini mata layuku dan tubuh lelahku tak bisa mengelak gejolak semangat dalam matanya, dalam nada bicaranya dan semua gerak-geriknya,

 

dan apalagi yang akan ku sedihkan, apalagi yang hendak kupertanyakan  jika sudah sebesar ini hadiah yang Kau beri??? Betapa aku tak tahu malu, jika kristal dihadapanku semakin cemerlang dan gemerlap masih tak sanggup menggugah dan menutup kedua mataku??

 

kupejamkan mataku karena tak kuingin kau lihat embun ada disana, kurengkuh tubuh dihadapanku dan ku dekap erat-erat, kucium panjang rambutnya, dan terguncanglah aku dalam isakku, membuatmu menengadah melihat padaku dan bertanya apa salahku?? Aku menggeleng dan tersenyum, ku berbisik di telinganya ”ibu sangat bangga padamu karena bukan saja piala-piala yang kau bawa setiap waktu buat ibu, tapi kau selalu menjadi mengingatku betapa beruntungnya ibu memilikImu, apalagi yang diinginkan seorang ibu anakku kecuali melihat kau tumbuh sehat,bahagia dan pintar… dan kau melebihi semua harapan ibu dengan selalu menjadi yang terbaik… seperti saat inikau datang padaku memberi kabar ini, terima kasih sayang.. ibu sangat bangga padamu..”

 

 

 

 

 

 

 

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.