apa yang harus kukatakan ketika hidup terasa sempurna,
sangat sempurna bahkan!
kunikmati pagi yang begitu damai mengiringiku berikhtiar
langkah demi langkah terasa begitu ringan,
dengan membawa kabar tentang prestasi anak-anakku,
tentang rumah baru kami, tentang suami yang mendukungku pergi jauh untuk beribadah,
tentang kepercayaan yang terasa penuh memenuhi udara
dan tentang semua keinginan yang terasa satu per satu tercapai..
ku mendesah perlahan..
terasa ada yang janggal dengan semua kesempurnaan ini
tidakkah terlalu sempurna untukku?
kuabaikan…,
Dan,
dua tahun telah berlalu..
terlalu lama mungkin untuk mengkaji sebuah kejadian
dan memahaminya selama itu
sampai pada satu kesadaran dan akhir dari semua renungan
yang terasa panjang dan hampir tanpa ujung
Ketika,
semua indah, semua senyum semua tawa
seakan tergerus hancur..
tergantikan dengan hari-hari penuh sesal
penuh tangis, penuh marah dan penuh dendam
seakan sang angkara sedang duduk diatas gelombang
dan menyapu habis tonggak-tonggak bernama bahagia
Lantas,
semilyar tanya memenuhi ruang yang terlewati
dan berujung pada : Mengapa aku?
dua puluh empat bulan kemudian baru kujawab sendiri : mengapa tidak?
Kemudian,
terurailah satu per satu..
sangat lamban.. bagai tetes air infus yang mengalir
satu demi satu jatuh setetes. Tak lebih. Tidak juga kurang
dan aku sangat tak sabar karenanya..
namun sangat kubutuhkan
karena memang seharusnya
seharusnya… ya seharusnya…
Pagi ini,
jam sebelas siang,
telepon mejaku berdering,
dan seseorang mengatakan : selalu waspada pada hidup
apalagi ketika hidup terasa sempurna
…
….
…..
Aku,
terdiam, bergetar dan terpana,
mengapa tak kutahu sejak dulu
setidaknya dua tahun yang lalu
karena kesempurnaan bukan milik kita
karena itu tak mungkin
karena itu tak layak
karena hanya satu yang Maha Sempurna.
Maaf,
atas semua kesombongan
atas semua keponggahan
atas semua kepuasan
Alhamdulillah tak Kau ambil banyak dariku untuk faham
hanya goresan luka yang bekasnya harus beri ajar padaku
walau aku tahu terus menempel sampai akhir hayat
aku ridho..insyaallah.
(enam Juli 2009)